2 PANDAN UNTUK LADANG IBU SS DESA SELAKKAR AGUSTUS 2026 - FISIKA EKA Ku Suka

Senin, 24 Agustus 2026

2 PANDAN UNTUK LADANG IBU SS DESA SELAKKAR AGUSTUS 2026


 

Selamat Siang Semangat Pagi

Pengunjung dan Pembaca Setia FISIKA EKA Ku Suka yang hebat

Salam Sehat

Hari Kamis, 20 Agustus 2026 penulis bersama Ibu SS menuju ke Kecamatan Juhar. Ibu SS sudah lebih dulu berangkat menuju ladangnya bersama Rombongan yang bekerja di ladangnya. Dan penulis menyinggahinya di Ladang.

Waktu itu, ibu SS sudah mengingatkan tentang Bibit Pandan yang belum penulis bawa dari Tanjung Morawa. Sementara untuk di tanam di rumah Ibu SS sudah stanbay Pandan yang di Taman mini Kacaribu.

Minggu siang seperti biasa penulis start dari Tanjung Morawa menuju ke Perumahan Green City Residence7 Blok B15 Kacaribu. Ada pun rute yang penulis tempuh adalah :

-Gg Madirsan

-Amplas

-Mariendal

-Deli Tua

-Simpang  Namo Rambe

-Durin Tonggal

-Durin Pitu

-Sembahe

-Sibolangit

-Berastagi

-Jalan Udara

-Simpang Korpri

-Kabanjahe

-Kacaribu

Melintas di Sibolangit, tempat rest di Hill Park dan cuaca di atas seperti baru turun hujan. Karena tampak mobil-mobil yang melintas basah. Pengendara sepeda motor masih memakai mantel hujan. Tapi tidak semuanya, berarti hujan di atas sudah mulai berhenti.

Lanjut perjalanan Nmax, sambil disiapkan mantel hujan. Rupanya hujan baru saja berhenti ketika penulis melintas di Penatapen. Sedangkan pekan yang lalu, tepat di Pabrik Aqua tiba-tiba turun hujan dengan derasnya.

Di SPBU Dolat Rayat atau Tebu Manis, isi BBM Pertamax Turbo Rp 45 000,- dan di SPBU Halilintar Raya beli Pertamax Turbo pakai botol Aqua yang sudah penulis stanbay kan Rp 40 000,- .

Kali ini perjalanan Nmax lansung ke Perumahan Green City Residence7 Blok B15 Kacaribu. Tidak seperti biasa singgah di Pintu Mart entah beli Roti atau Gula putih.

Kalau pekan yang lalu penulis membawa 1 Pandan dan 1 Sirih, maka pada pekan ini 2 Pandan dan 1 sirih. Rencana 2 pandan tersebut untuk Taman TOGA kelas XI Merdeka.1. Akhirnya penulis bawa ke Ladang ibu SS di dekat Munte desa Selakkar.

Hari ini kembali penulis bersama Ibu SS menuju ke Kecamatan Juhar. Dan penulis menyinggahi ibu SS di ladangnya desa Selakkar.

Searching penulis di Google,

Di Indonesia daun pandan (Pandanus Amaryllifolius ) kerap dimanfaatkan sebagai pewarna dan pewangi alami untuk berbagai jenis masakan. Daun ini mengandung beragam zat aktif seperti Antioksidan, Vitamin dan senyawa antibakteri yang dapat memberikan sejumlah manfaat bagi tubuh bila dikomsumsi dengan tepat.

Manfaat rebusan daun pandan kini semakin populer sebagai pilihan alami untuk menjaga kesehatan tubuh.Daun pandan yang selama ini dikenal sebagai pewarna dan penyedap makanan, ternyata mengandung berbagai zat penting yang bermanfaat bagi tubuh.

Memahami manfaat rebusan daun pandan penting terutama bagi anda yang ingin mencoba alternatif alami untuk menunjang kesehatan. Namun penting untuk memahami fakta medisnya sebelum menjadikannya kebiasaan harian.

Berikut ini adalah beberapa manfaat rebusan daun pandan :

1.Membantu menurunkan tekanan darah

2.Memberikan efek relaksasi dan membantu tidur nyenyak

3.Meredakan nyeri sendi ringan

4.Menyegarkan napas dan membantu menjaga kesehatan mulut

5.Mendukung kesehatan pencernaan

6.Melawan radikal bebas

7.Menjaga Kesehatan Kulit

8.Membantu Mengontrol kadar gula darah

9.Memelihara Kesehatan Mata

Cara Aman mengomsumsi rebusan Daun Pandan,

-Cuci daun pandan hingga benar-benar bersih sebelum direbus

-Gunakan 2-3 lembar dau pandan dalam 3 gelas air, kemudian rebus hingga tersisa sekitar 2 gelas

-Jangan menjadikan rebusan pandan sebagai pengganti obat medis, terutama untuk penyakit kronis.

 

Sumber : https://www.alodokter.com/7-manfaat-rebusan-daun-pandan-dan-tips-aman-mengonsumsinya

 

Minggu, 23 Agustus 2026

-Paket Telkomsel 4 GB Rp 15 000,-

-Rokok Helium Rp 20 000,-

-Pertamax Turbo Dolat Rayat Rp 45 000,-

-Pertamax Turbo Halilintar Rp 40 000,-

 

Senin, 24 Agustus 2026

-Sayur Masak Barokah Rp 15 000,-

-Biskuit 5 Rp 5 000,-

-Close Up Rp 9 000,-

 

JUHAR, 24 Agustus 2026

AET


0 komentar: