Selamat Malam Semangat Pagi
Pengunjung dan Pembaca Setia FISIKA EKA Ku Suka yang
hebat
Salam Sehat,
Berdasarkan Ringkasan AI Google, Kata Kurban diserap
dari Bahasa Arab Qurban yang berarti dekat atau mendekatkan diri kepada Allah
SWT melalui penyembelihan hewan ternak. Jadi, keduanya merujuk pada hal yang
sama, tetapi Kurban adalah ejaan yang resmi yang digunakan dalam bahasa
Indonesia.
Alhamdulillah, beberapa pekan yang lalu melalui
Bolang Fika kami menyerahkan sejumlah dana untuk Qurban atas nama Mom Fetty
tahun ini. Dan kemarin kupon untuk yang ber qurban atas nama Fatimah Siregar sudah diserahkan ke Mom.
Tadi pagi dengan mengendarai sepeda Motor Honda Beat penulis mengantar Mom untuk mendaftar ulang ke Panitia Qurban di parkiran Mesjid Nurul Ikhlas gang Sumber Tanjung Morawa.
Kalau pada spanduk dafatr nama-nama yang berqurban tahun ini nama Mom di kelompok nomor 9 maka setelah mendaftar ulang nama Mom Fetty pada hewan Qurban yang ke 6.
Masih dari Ringkasan AI Google, penulis mencoba
menambah wawasan dengan mempelajari makna Qurban:
Berkurban adalah wujud ketaatan total kepada Allah
SWT dengan menyembelih hean ternak, yang sekaligus menjadi simbol kepasrahan
dan pengorbanan hawa nafsu. Lebih dari sekadar ritual, ibadah ini sarat akan
nilai spiritual sosial, dan sejarah mendalam.
Berikut adalah penjabaran makna utama berqurban,
*Ketaatan
dan Keikhlasan
Berqurban meneladani ketaatan Nabi Ibrahim AS dan
Nabi Ismail AS. Ini mengajarkan kita untuk ikhlas melepaskan sebagian harta
yang dicintai demi menjalankan perintah Allah.
*Menyembelih
EGO
Makna simbolisnya adalah mengorbankan sifat-sifat
buruk seperti keserakahan, keegoisan, dan rasa cinta dunia (materialistis) yang
berlebihan.
*Manifestasi
Rasa Syukur
Ibadah ini adalah bentuk terima kasih seorang hamba
atas segala nikmat dan Rezeki yang telah dilimpahkan Allah SWT
*Kepedulian
Sosial
Daging Qurban yang didistribusikan mempererat tali
persuadaraan dan membantu mereka yang membutuhkan, sehingga mengurangi
kesenjangan antar sesama
*Ketakwaan
Sebagai mana firman Allah, bukan daging, atau darah
hewan yang sampai kepada Nya, melainkan ketakwaan orang yang menjalankannya.
TG Morawa, 27 Mei 2026
AET






























































